Minggu, 24 Februari 2013

Tinta Ajaib!

Semenjak tahun 2010, saya resmi jadi warga Jawa Barat, dengak KTP Jabar sebagai buktinya. Dan baru di tahun 2013 ini pertama kalinya ikutan pemilu-pemilu. Kali ini adalah Pemilihan Gubernur Jawa Barat atau biar gampang disingkat pilgub jabar ya. Ga tau kenapa, pilgub jabar ini heboh nya nasional, sampe banyak debat calon gubernur di tv, iklan-iklan kampanye di tv. Jadi ada 5 kandidat di pilgub jabar ini :

1. Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep NS Toyib
2. Irianto MS Syaffiudin-Tatang Farhanul Hakim
3. Dede Yusuf-Lex Laksamana 
4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar 
5. Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki

Menurut pandangan orang awam kayak saya, yang pamornya lumayan dikenal itu no. 3, 4, dan 5. Yang no. 3 sih jelas, ada Dede Yusuf, dia kan wakil gubernur jabar yang sekarang, dulunya juga artis, tapi kalo wakilnya saya nggak tau itu siapa. Dan ngga terlalu ingin mencari tau. Trus no. 4, Aher nya kan gubernur sekarang, nah Deddy Mizwar juga artis, siapa yang nggak kenal gitu. Menurut saya, berdasarkan mata orang awam saya, no. 4 ini memang paling populer ya gara-gara itu, kalo soal latar belakang partai sih saya nggak tau. Sedangkan no. 5 juga artis, Rieke Diah Pitaloka, wakilnya saya nggak kenal sama sekali, dan nggak mencari tau juga. Kalo no. 2 sih Irianto MS Syaffudin itu kan kang Yance, dulunya bupati Indramayu 2 periode, tapi nggak terlalu heboh kayak yang no.3, 4, 5. Nah yang no. 1 beneran deh saya nggak tau mereka siapa. 

Terus waktu kampanye, di wilayah Bandung sendiri emang yang paling rame itu yang no. 4. Kampanye di Lapangan Gasibu sampe rame banget banyak banget bis, angkot dari mana-mana, bikin macet. Waktu saya KKN di Cianjur juga, meratiin banyak banget atribut kampanye kandidat no. 4. Jadi mungkin publikasinya lebih bagus dari yang lain kali ya, selain mereka juga emang udah dikenal.

Berdasarkan pengamatan saya, ada 5 tipe orang dalam pemilu :
  1. Orang yang memilih dengan alasan kuat mengapa mereka memilih kandidat yang mereka pilih.
  2. Orang yang sekedar menggunakan hak pilihnya dan tidak golput, tetapi tidak memiliki alasan yang kuat mengapa mereka memilih kandidat yang mereka pilih.
  3. Orang yang tidak memilih, alias golput, tetapi tetap datang ke TPS, dan golput terhadap kertas suaranya.
  4. Orang yang golput, nggak datang ke TPS, sebagai bentuk kekecewaan pada kandidat yang menurut mereka tidak ada yang baik.
  5. Orang yang apatis, beneran golput, nggak datang ke TPS, nggak peduli sama siapa dan apa yang terjadi.

Saya adalah orang tipe no. 2. Jadi jangan tanya saya milih apa dan alasan saya memilih kandidat tersebut ya. Hehehe

Oiya, kan saya abis nyoblos ya tadi pagi, seperti biasa kan celupin jari ke tinta. Ga tau cuma di TPS saya aja atau gimana, tapi si petugas celup tinya-nya nyuruh celup jempol kiri, nggak boleh kelingking. Padahal biasanya kelingking yak.  Jadilah jempol kiri saya dicelup ke tinta biru yang biasa dipake untuk tinta stempel.

Awalnya saya ngira itu tinta biru biasa yang buat stempel, taunya tinta ajaib! Awalnya warnanya biru biasa di jempol saya, saya peratiin, makin lama makin kering warnanya jadi keemasan gitu, trus berubah lagi jadi gelap, item, trus balik lagi jadi keemasan. Entah karena kena air atau gimana, jadinya berubah lagi jadi warna biru biasa. Ajaib ya. Apakah tinta di jari kalian juga gitu?

Saya sih nggak ngerti politik, nggak begitu ngerti siapa yang harus dipilih, alasan memilih kandidat tersebut, tapi saya mendoakan siapapun yang terpilih bisa membawa jabar menjadi lebih baik lagi. Tsaahh.. Diplomatis sekali! HAHAHAHA

Ini foto saya abis nyoblos, 7 dari 8 orang menyatakan bahwa foto saya ini alay, saya tak peduli, yang penting saya sudah nyoblos! Mungkin setelah ini akan bertambah orang yang bilang foto saya ini alay. Tapi biarlah~ HAHAHAHA


Selasa, 19 Februari 2013

Excelsior

Baru aja nonton film berjudul Silver Lining Playbook. Pemainnya Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence. Iyaa Jennifer Lawrence yang di Hunger Games itu looh. Nge-fans deh sama si Jen *sokakrab*

Jadi pada dasarnya saya itu suka nonton. Film nya apa aja, asal bukan horor dan thriller. Tapi saya mau nonton kalo menurut saya menarik. Saya mungkin gak terlalu bisa menilai film, komentar yang gimana-gimana. Saya cuma berdasarkan saya aja, subjektif. Kalau saya suka, ya saya bilang bagus, apapun kata orang. Kalau saya nggak suka, seberapa banyak orang yang bilang itu bagus, tetep saya ga akan pernah bilang bagus kalau saya nggak suka. Simpel. Menariknya suatu film bagi saya itu macem-macem, ada karena saya suka pemainnya, background film nya, misalnya settingnya gak biasa, bukan di Amerika atau Inggris. Di Jerman, atau Vienna, atau Russia, atau bahasanya, British mungkin, atau bahasa Jerman, atau Perancis. Kalo soal cerita, biasanya saya tau itu menarik atau tidak ya setelah nonton.

Back to topic, jadi di film Silver Lining Playbook ini saya nemu kosakata baru, yaitu : Excelsior!
Sekilas denger kata ini jadi inget sama Exorcise. Padahal ga ada hubungannya. Ya memang ga ada hubungannya sih. Jadi setelah saya tonton, ini bagus. Dan setelah di cek di IMDb, ya emang ratingnya juga bagus, 8/10. Recommended laah :)

Di film ini Excelsior itu adalah selalu bersikap dan berpikir positif, sehingga nantinya semesta akan mendukung hasil yang positif pula. Kira-kira begitu. Bagus ya. 

Jadi mikir, selama ini saya itu termasuk orang yang negatif. Ingin melakukan sesuatu, kalau gini gimana, kalau gitu gimana. Pengen minta tolong ke orang, kalau dianya nolak gimana, nanti jadi ga enak, nyusahin blablabla. Pengen berpendapat di kelas atau di forum, kalau salah ngomong gimana, kalau ini pemikiran bodoh gimana, kalau dicerca gimana, kalau diketawain gimana. Padahal mungkin seandainya saya lakukan saja apa yang akan saya lakukan, mungkin kemungkinan terburuk itu gak akan terjadi. Saya mau belajar untuk selalu excelsior deh. Pelan-pelan.

Excelsior!

Minggu, 17 Februari 2013

Lele lele itu..



Ini adalah tugas pasca KKN, yaitu membuat essai minimal 600 karakter. Tugas ini saya buat tadi pagi, bangun tidur, entah dapat wangsit dari mana, dan voila!

Nama/NPM                : Revina Monica E./120310100169
Fakultas/Jurusan      : Ekonomi & Bisnis/Manajemen

Jika Saya Menjadi Warga Desa Mulyasari

Jika saya menjadi warga Desa Mulyasari, saya akan mencoba mengembangkan potensi perikanan di sana. Sebab hanya sedikit warga yang memiliki kolam ikan, padahal menurut saya daerah tersebut sangat potensial untuk usaha perikanan. Saya akan mencoba budidaya lele. Karena budidaya lele termasuk yang budidaya yang sederhana dengan modal sedikit tetapi perawatan atau pengerjaan yang tidak mahal. Sebab lele merupakan jenis ikan yang gampang hidup dan tidak ‘manja’. Pengadaan kolam lele juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Hanya bermodalkan kolam kecil dan terpal.
 Berdasarkan pengalaman saya tinggal di Desa Mulyasari dan pengalaman berbelanja ke pasar Ramayana Cianjur beberapa kali, tidak ada yang menjual ikan lele di pasar. Hanya ada ikan nila dan ikan mas. Mungkin peminat ikan lele di Cianjur sedikit. Biasanya orang tidak suka ikan lele karena beberapa orang berpendapat ikan lele itu bau lumpur. Atau ada yang berpendapat ikan lele itu kotor, sebab biasanya dipelihara di septic tank. Jadi kendala dari budidaya lele adalah mungkin dalam mencari pangsa pasar.
Oleh karena itu saya punya pemikiran tidak akan menjual ikan lele begitu saja. Saya akan mengolah lele tersebut menjadi nugget dan menjadi abon. Dengan diolah menjadi nugget atau abon, maka konsumen akan lebih tertarik memakannya sebab tidak ada bau lumpur dan wujud lele itu sendiri sudah tidak tampak. Nilai ekonomisnya juga akan bertambah sebab telah diolah dan membuat pengkonsumsian menjadi lebih praktis.
Dengan menjalankan bisnis lele ini di Mulyasari, saya yakin hal ini akan membantu memajukan perekonomian masyarakat Desa Mulyasari yang selama ini kebanyakan menjadi petani dan buruh tani. Saya melihat juga banyak remaja desa yang menganggur, tidak sekolah dan tidak bekerja, hanya nongkrong. Dengan adanya bisnis lele saya ini, maka akan membutuhkan banyak sumber daya manusia yang bisa diikutsertakan. Pertama, bisnis ini membutuhkan sumber daya manusia untuk membudidayakan lele. Kedua, perlu juga sumber daya manusia untuk mengolahnya menjadi nugget dan abon, mengemas, dan lain sebagainya. Jadi dengan bisnis lele ini remaja-remaja yang menganggur atau mungkin ibu rumah tangga yang tadinya tidak bekerja bisa ikut berswadaya.
Tidak perlu muluk-muluk memandang bahwa bisnis lele ini akan membutuhkan modal besar seperti bisnis besar yang membutuhkan pabrik, mesin, dan lain-lain. Saya membayangkan bisnis ini sebagai bisnis industri rumah tangga yang bisa didaftarkan dengan mudah ke pemerintah sehingga mendapat izin, sertifikasi halal, dan standar kebersihan dari pemerintah. Dengan didaftarkan sebagai produksi pangan industri rumah tangga (P-IRT), maka menguntungkan untuk produsen, sebab kepercayaan konsumen akan terbangun disini. Konsumen menjadi percaya bahwa lele ini diproduksi dengan baik dan bersih.
P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) merupakan izin jaminan usaha makanan atau minuman rumahan yang dijual memenuhi standar keamanan makanan atau izin edar produk pangan olahan yang diproduksi oleh UKM untuk dipasarkan secara lokal.cara memperolehnya sangat mudah. Hanya dengan mengajukan permohonan, kemudian isi formulir, mencantumkan surat keterangan usaha dari kelurahan, rincian modal usaha dari kelurahan, keterangan puskesmas, contoh kemasan, dan sampel pangan. Nantinya petugas Dinas Kesehatan setempat akan mengadakan survey secara langsung. Setelah survey, izin akan keluar dalam waktu sekitar dua minggu. Jadi usaha ini tidak akan rumit dengan masalah perizinan dan tidak membutuhkan biaya banyak untuk mendaftarkan, tetapi hasilnya adalah kenyamanan baik dari pihak produsen maupun konsumen. Kedua pihak akan diuntungkan.
Tetapi saya juga bukan bermaksud untuk mengganti pekerjaan mayoritas penduduk desa Mulyasari yang petani dan buruh tani untuk beralih profesi menjadi peternak lele semuanya. Target saya adalah agar remaja yang banyak menganggur, yang mungkin tidak melanjutkan sekolah, yang sehari-hari hanya bermain karambol, bermain gitar, dan duduk-duduk di warung dan berkumpul, bisa melakukan kegiatan yang berguna, yang menghasilkan, dan membangun desanya.
Nantinya abon lele dan nugget lele ini bisa dipasarkan di toko oleh-oleh khas Cianjur, sehingga dikenal oleh masyarakat. Dan juga bisa menjadi lauk konsumsi sehari-hari warga desa, sebagai sumber protein. Kemudian desa Mulyasari ini akan dikenal sebagai produsen abon lele dan nugget lele. Cianjur yang dekat dengan Bogor, Jakarta dan Bandung mungkin juga bisa memperluas pasar abon lele dan nugget lele ini. Inilah pemikiran yang muncul di benak saya jika saya berandai-andai menjadi warga desa Mulyasari setelah saya melakukan KKNM di desa Mulyasari selama sebulan.

Kamis, 07 Februari 2013

Hoyong eueut!


Di kkn ini aku belajar banyak. Tinggal bareng selama sebulan bareng 20 orang lain itu bikin kita tau luar dalam orang itu kayak gimana. Dan saya menyadari setiap orang pasti punya sisi menyenangkan dan sisi menyebalkan. Setiap orang juga pasti punya sifat dan karakter yang berbeda-beda. Setiap orang juga punya kadar sabar dan toleransi yang berbeda. Dan pasti di antara temen kkn ada beberapa yang sangat klop untuk kita, dan ada yang sangat dihindari dan mencoba untuk tidak terlalu dekat. Ada juga yang dulunya klop, tetapi di kkn, karena kita tahu dia luar dalam, dan gak bisa menghindar untuk nggak ketemu, akhirnya jadi ada perang dingin dan gak enakan. Semuanya itu sangat kkn-iawi. Saya juga disini belajar untuk lebih menghargai dan mengerti, juga toleransi akan sifat-sifat orang-orang di kkn yang beragam.

Disini jadi ketauan yang males, yang berantakan, yang egois, yang tidurnya ngorok, ngelindur, yang sangat tukang tidur, yang galak, yang suaranya ga bisa pelan, yang kalo ngomong selalu teriak, dan saya termasuk yang sering kehilangan barang karena naronya sembarangan. Lucu-lucu sih. Menyenangkan. Banyak cerita. Dan sayang sama semuanya. Semuanya itu saling melengkapi. Yang lucu ada, yang kayak anak kecil ada, yang keibuan ada, yang galak ada, nano-nano deh.

sunrise di desa Mulyasari, kec. Mande, kab. Cianjur

Disini kemampuan bahasa sunda saya juga meningkat. Soalnya di desa orang-orang pada pake bahasa sunda mulai dari balita baru bisa ngomong sampe nenek-nenek. Mereka ngerti kalo kita ngomong pake bahasa Indonesia. Tapi mereka suka me-reply omongan kita pake bahasa sunda. Jadilah kemampuan bahasa sunda saya meningkat. Hoyong eueut! hahaha


Hoyong eueut artinya pengen minum. Saya tau kata ini dari anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang sering banget ngomong "hoyong eueut" tapi dia g pernah bawa minum sendiri. Akhirnya kita menamai si anak tak bersalah tersebut si 'hoyong eueut'. 

In the middle of beautiful ricefield :)


Tapi kesimpulan saya adalah :
1. It's exist in this world, the person who cannot receives and takes suggestions, critics, and comments from others.

2. It's exist in this world, orang yang sangat kontra, anti, ga mau banget terhadap sesuatu, tapi diakhir dia berubah pikiran gara-gara terpengaruh lingkungan.

3. It's happen, waktu kita pengen sendiri,, tapi kita ga punya waktu sendiri karena serumah terus. Selama ini aku merasa aku g suka sendirian. Dan disini aku sangat butuh me-time.

4. I'm the type of person who like avoiding conflict. Avoid, not finish it.

5. I'm the type of person who don't like arguing. I hate it. Beradu pendapat itu bikin kerasnya seseorang keliatan, dan aku suka sakit hati. Lebih baik diam dan tidak berpendapat. Atau ngomongin pemikiran atau pendapat secara personal saja, tidak di forum. Mungkin alasan aku tidak bisa, tidak mau dan tidak suka ngomong di depan umum (forum) adalah karena aku takut di serang dengan pendapat-pendapat yang kontra
dari pendapatku dan aku gak siap kalo keras-kerasan.

Minggu, 02 Desember 2012

Second or Third

Kenapa first impression itu penting ya? Saya mungkin nggak akan bikin impressive seseorang atau sekelompok orang saat pertama kali ketemu dan ngobrol. Tapi yang kedua kali atau yang ketiga kalinya gimana? I'm not that in nice in first. But the second or third maybe? :(

Kapan saya bisa memberi kesan impressive pada orang lain ketika pertama kali bertemu. Sebenarnya wadah  untuk belajar kita dimana sih. Kampus dan dunia kuliah kah? SMA kah? waktu kecil kah? dunia kerja kah? 

Minggu, 25 November 2012

Vintage

Ini foto waktu jualan baju bekas, saya iseng-iseng make salah satu baju bekas yang modelnya vintage. Lucu ya. Fullcolor, orange, bunga-bunga, ada yang motif leopard juga :D




Sabtu, 24 November 2012

Gajah Purba

Hari ini aku ikut acara SOL (School of Leader). Sebelum pembicara datang, ada games yang agak geje tapi lucu. Sejenis permainan komunikata, tapi kita mengkomunikasikan kata lewat gambar. Jadi dikasih kata sama MC nya, trus kita bikin gambar yg mewakili kata tersebut yang kira-kira bisa ditebak sama temen kita, trus estafet, gambarku diliat temen depanku, trus dia gambar sendiri, gambarnya dia diliatin ke temen depannya trus dia gambar lagi, teruus aja sampe ujung. Yang ujung nebak katanya apa. Nah, tadi itu MC nya ngasih kata yang nggak kira-kira. Susah buat digambar. Masa dikasih kata 'Gajah Purba'. Aku cuma bisa gambar gajahnya doang. Purba nya apaan coba. Susah kan. Dasar MC.. Grrr..

Dan inilah gambar gajah yang aku bikin. Tadaaaa!! :D


Tulisan diatasnya abaikan saja, awalnya aku cuma bikin gajah ini. Tapi diketawain sama yang lain gara-garanya ini kayak sisir. Hahahaha Emang nggak bisa gambar, cuma ya ngerti lah ya itu kan ada belalainya panjang gitu. Ada mata dan kupingnya. Emang kurang 'gajah' apa coba gambar ini? -__-

Terus dengerin materi dari kang Dea Tantyo tentang Public Speaking. Ada beberapa quote yang aku tangkep, yang bagus. Abis dengerin kang Dea ngasih materi ini aku jadi pengen presentasi dikelas deh. Pengen presentasi yang dipersiapkan, jadi nggak kayak presentasi kelas selama ini yang cuma terpaksa, dadakan, nggak maksimal, setelah dengerin materi kang Dea aku jadi mau mempersiapkan dengan baik apa yang akan aku presentasikan kemuadian menampilkan dengan baik. Mau mencoba eye contact dengan audience, menggunakan body language, menguasai audience, percaya diri, intinya kang Dea ini jadi meng influence aku deh, sugestinya masuk nih. Nge fans deh sama kang Dea. Ahahaha

1. Komunikasi adalah drama. Maka dramatisir lah. (Keneth Burke)
2. Tidak ada ide bodoh. Ide bodoh adalah ide yang tidak disampaikan (Einstein)
3. Saat kita membicarakan keterbatasan maka kekuatan kita akan mucul (Anthony Robbins)

Sebelumnya sih ada sharing dari Arya tentang apa ya, lupa, yang paling inget adalah, kita disuruh hadap-hadapan berdua, terus saling menatap mata orang di depan kita. Bukan laga mata yang nggak boleh kedip. Ini boleh kok kedip-kedip. Tapi selama tatap-tatapan itu aku nggak bisa berhenti ketawa. Lucu aja. Nggak tau kenapa.

Terus ada quote yang bagus juga nih : "Sentuh hati dengan hati"
Galau ya. hahaha maaf.