Tampilkan postingan dengan label SOL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 November 2012

Gajah Purba

Hari ini aku ikut acara SOL (School of Leader). Sebelum pembicara datang, ada games yang agak geje tapi lucu. Sejenis permainan komunikata, tapi kita mengkomunikasikan kata lewat gambar. Jadi dikasih kata sama MC nya, trus kita bikin gambar yg mewakili kata tersebut yang kira-kira bisa ditebak sama temen kita, trus estafet, gambarku diliat temen depanku, trus dia gambar sendiri, gambarnya dia diliatin ke temen depannya trus dia gambar lagi, teruus aja sampe ujung. Yang ujung nebak katanya apa. Nah, tadi itu MC nya ngasih kata yang nggak kira-kira. Susah buat digambar. Masa dikasih kata 'Gajah Purba'. Aku cuma bisa gambar gajahnya doang. Purba nya apaan coba. Susah kan. Dasar MC.. Grrr..

Dan inilah gambar gajah yang aku bikin. Tadaaaa!! :D


Tulisan diatasnya abaikan saja, awalnya aku cuma bikin gajah ini. Tapi diketawain sama yang lain gara-garanya ini kayak sisir. Hahahaha Emang nggak bisa gambar, cuma ya ngerti lah ya itu kan ada belalainya panjang gitu. Ada mata dan kupingnya. Emang kurang 'gajah' apa coba gambar ini? -__-

Terus dengerin materi dari kang Dea Tantyo tentang Public Speaking. Ada beberapa quote yang aku tangkep, yang bagus. Abis dengerin kang Dea ngasih materi ini aku jadi pengen presentasi dikelas deh. Pengen presentasi yang dipersiapkan, jadi nggak kayak presentasi kelas selama ini yang cuma terpaksa, dadakan, nggak maksimal, setelah dengerin materi kang Dea aku jadi mau mempersiapkan dengan baik apa yang akan aku presentasikan kemuadian menampilkan dengan baik. Mau mencoba eye contact dengan audience, menggunakan body language, menguasai audience, percaya diri, intinya kang Dea ini jadi meng influence aku deh, sugestinya masuk nih. Nge fans deh sama kang Dea. Ahahaha

1. Komunikasi adalah drama. Maka dramatisir lah. (Keneth Burke)
2. Tidak ada ide bodoh. Ide bodoh adalah ide yang tidak disampaikan (Einstein)
3. Saat kita membicarakan keterbatasan maka kekuatan kita akan mucul (Anthony Robbins)

Sebelumnya sih ada sharing dari Arya tentang apa ya, lupa, yang paling inget adalah, kita disuruh hadap-hadapan berdua, terus saling menatap mata orang di depan kita. Bukan laga mata yang nggak boleh kedip. Ini boleh kok kedip-kedip. Tapi selama tatap-tatapan itu aku nggak bisa berhenti ketawa. Lucu aja. Nggak tau kenapa.

Terus ada quote yang bagus juga nih : "Sentuh hati dengan hati"
Galau ya. hahaha maaf.

Jumat, 25 November 2011

SOL Part 3


SOL Part 3 ini diadakan pada tanggal 13 November 2011. Dresscode : rapi. Minimal kemeja. Di SOL Part 2 kita dikasih tugas mewawancarai alumni dan meminta pendapat tentang ISEG 2012, terus presentasi abstraksi ISEG 2012. Acara mulai jam 8. Tapi saya telat, telat nyadar kalo SOL itu hari ini. Nyampe di kampus, di ruangan C43, ternyata masih banyak juga yang belum dating. Peserta nya juga berkurang banyak, banyak yang nggak dateng. Ada juga kelompok baru, digawangi (tsaah) kang gilang, ikhsan, dan saya lupa siapa lagi. Juri dari SOL Part 3 ini, ada kang asrul, kang wir, teh bea dan teh siti. 

Sesi 1
Mempresentasikan tugas, yaitu abstraksi dan hasil wawancara alumni. Disini ada forum Tanya Jawab mengenai abstraksi yang kita bikin.

Sesi 2
Kita dikasih kasus penyelenggaraan acara dan disuruh bikin proposal penyelenggaraan acara tersebut dengan berdasarkan keuangan, sdm, dll. Setelah itu di presentasikan kembali dan dikomentari para juri.

Sesi 3
Ada pengumuman award disini, yang terdisiplin lah, terlucu, terkreatif, dll. Yusril dapet award sebagai yang terkreatif. Ada juga peserta ikhwan dan peserta akhwat terbaik, saya udah lupa, soalnya bukan saya. Hehe

Dan pengumuman kelompok pemenangnya ternyata diundur, katanya akan diumumkan waktu SDT. Jujur aja, SOL yang ini sedikit banyak membosankan. Kurang berkesan. Saran saya apa ya, diplomatis aja deh, semoga kalo ada acara SOL yang presentasi presentasi gini dibikin lebih menarik lagi.

Sekian report tidak penting dari saya ini. Peace, love, and gaul. Wassalam.

Senin, 24 Oktober 2011

SOL Part 2

16 Oktober 2011
Pagi pun tiba, adzan subuh berkumandang , saya dan teman-teman pun sholat subuh berjamaah. Selesai sholat subuh, temen-temen pada baca Al-Ma’tsurat. Berhubung saya nggak bawa, saya dengerin Al-Ma’tsurat di hp aja sambil tiduran, dan akhirnya saya ketiduran. Maklum berhubung malamnya agak nggak bisa tidur. Alasan.

Mungkin baru sejam tidur, di bangunin. Disuruh bantuin siap-siapin sarapan. Saya berharap ketemu nasi, eh taunya singkong. Singkoooong. Sing-kong. Singkong pake gula merah gitu. Ya enak sih, tapi nggak cocok buat sarapan yang butuh banyak kalori dan tenaga, soalnya nggak mungkin makan banyak singkong begitu mah. Paling makan 3 biji. Eh, singkong berbiji nggak ya? Tapi kalo singkong sih cocoknya  buat ngeteh di sore hari. Alhamdulillah saya dapet tambahan kalori dari bubur ayamnya teh pipi, teh melisa si pipi gembul. Sister Mellisa The Chubby Cheeks. Soalnya dia lagi diare, kasian. 

Pagi-pagi ini para peserta SOL udah berkurang banyak. Banyak yang pulang, ada keperluan lain katanya. Teh Zia awalnya ketua kelompok saya, tapi dia pulang pagi, mau ke Lampung, katanya ada lomba. Dan belakangan ini diketahui bahwa teh Zia menang juara 1 hadiahnya 8 juta buat berdua. 8 jutaaaaa!! Akhirnya karena banyak yang pulang, kelompok awal pun di lebur. Dari sekian banyak pengurus ISEG angkatan 2009 dan 2010 peserta SOL, akhirnya tersisa 4 kelompok. Dua kelompok  ikhwan, dua kelompok akhwat. Ikhwannya ada 14 orang, akhwatnya ada 12 orang. Saya sekelompok sama Anggun, Rizma, Atun, Iwa, Ayu. Anggun panglimanya alias ketua kelompoknya. Kelompok kami bernama : KHADIJAH.

And It’s show timeeeeeeee!!!
Di serangkaian acara outbond SOL ini, kita memainkan kurang lebih 8 games.

Games pertama : “Perang Badar”
Jadi di games ini, kita main perang-perangan. Kita boleh ngapain aja lawan, mau di tendang, mau di dorong, asal jangan di pukul. Nah, masing-masing kita punya kain, yang di ikat satu ikatan saja, di lengan kanan. Itu adalah nyawa kita, kalo itu kecabut, kita nggak boleh main lagi. Kita mati. HAHA
Lalu ada dua batang kayu di masing-masing sisi, yang harus di jaga jangan sampe di cabut lawan. Kalo salah satu batang kayu itu di cabut lawan, berakhirlah permainan. Dan kesimpulannya, tim saya kalah. 

Games kedua : saya nggak tau apa namanya, anggap saja “Main Percaya-percayaan”
Di games kedua ini, 5 orang lainnya harus masuk kedalam kolam yang dalemnya selutut, dan menangkap temannya yang menjatuhkan diri dari atas. Kalo nggak kompak, kurang koordinasi,  nggak fokus, nggak percaya ke temen yang nangkep, maka akan basah dan masuk ke air. Syarat menyelesaikan games ini adalah, harus ada 3 orang yang menjatuhkan diri. Yang pertama : Ayu, SUKSES! Kedua : saya, SUKSES LAAH! SUKASES DOONG! Ketiga : Anggun, dia kurang percaya, pas menjatuhkan diri tiba-tiba dia balik badan, dan basah kena kolam. Memicu adrenalin sekali teman-teman, pada saat kita menjatuhkan diri, dag dig dug duerr rasanya jantung saya, tapi untungnya teman-teman sekelompok saya menyayangi saya, mereka menangkap saya yang berat ini  sehingga saya tidak menyentuh air sama sekali. Terharu. Tapi kata mereka saya berat. PADAHAL, saya cuma 50 lebih sedikit kok. Lega sekali rasanya abis menjatuhkan diri, serasa stress dan beban kehidupan saya hilang sedikit. Oyeah.


Games ketiga : “Pipa Bolong Bola Pimpong”
Di game ini, kita harus mengisi pipa bolong-bolong yang atas bawah bolong juga dengan air, sampe penuh, sampe bola pimpongnya keluar. Dan itu susah. Bocor dimana-mana. Padahal udah nahan air pake pipi, pake lidah, pake sepuluh jari, tetep nggak berhasil. Basah kuyup disini nih. Seru.

Games keempat : “Meniti  Dan Merayap “
Ceritanya ada papan yang digantung rantai, bawahnya kolam yang kata teh Nenih sih sedada, ada yang bilang 2 meter. Itu bikin stress banget pas mau meniti, kalo terjatuh bagaimanaaa. Tapi akhirnya satu kelompok KHADIJAH bisa meniti papan dengan selamat. Termasuk iwa. Kenapa iwa? Karena dia baik-baik saja.
Lalu setelah itu kita merayap melewati kawat berduri, di tanah yang berlumpur. Saya pake baju putih lagi. Akhirnya saya berinisiatif untuk nggak merayap dengan benar. Biar lengan dan lutut saya aja yang kotor, badannya jangan. Dan akhirnya lolos. Abis itu kita bersih-bersih di sungai selagi nungguin main games selanjutnya. Jadilah kelompok KHADIJAH ini yang bikin iri kelompok yang lain, soalnya kita yang paling bersih dan nggak berlumpur. Mereka kira kita nggak pake rayap merayap. Abisnya kita punya banyak waktu nungguin kelompok yang lain main duluan. Karena kelompok terakhir kayaknya kelompok kita yang paling banyak nganggur. 

Games kelima : “Lompat Pagar”
Dalam permainan ini dibutuhkan kerja sama soalnya pagarnya tinggi. Syarat menyelesaikan permainan ini ada 3 orang yang lompat pagar. Orang pertama Anggun, orang kedua Rizma, orang ketiga katanya mau Atun, tapi ternyata Atun susah banget naiknya, akhirnya saya yang naik dengan susah payah dengan badan berat begini. Dan berhasil. 

Games keenam : “Menerobos Tali Rafia”
Ampun ya game ini nggak manusiawi banget. Masa tali-tali rafianya kecil banget. Nggak sadar bodi. Akhirnya dengan susah payah ngangkat-ngangkat anggun, saya diangkat-angkat, nggak tau deh dapet nilai berapa itu. Ada yang sampe celananya robek lah. Sesuatu.

Games ketujuh : “Gembala Sapi”
Disini saya dan teman-teman saya dianggap sebagai ‘sapi’ dan ketua kelompoknya harus menggembala sapi-sapinya agar masuk ke kandang. Mata saya dan teman-teman di tutup pake kain. Terus kang iqbal menjelaskan bunyi peluitnya. Iya, kita digembala pake peluit. Kalo bunyi tiup panjang, berarti maju. Kalo tiup pendek, berarti mundur. Kalo panjang pendek, berarti kanan. Kalo pendek panjang berarti kiri. Ribet kan. Tapi cobaan nggak sampe disitu saja, akang dan teteh kita itu gangguin kita pake niup-niup peluit juga. Bingung kan yang mana yang mau diikutin. Tapi akhirnya semua sapi berhasil masuk ke kandang. 


Games kedelapan : “Gambar Satu Garis”
Di permainan ini kita baris kebelakang dan gantian gambar segaris. Kita kan nggak ada kompromi dan bingung mau bikin apa, gambarnya teh teu puguh lah pokoknya. Segaris segaris jadinya apa coba. Tapi ajaib bisa jadi layangan. Emang kelompok KHADIJAH ini oke punya. Kata kang Dian, gambar kelompok akhwat itu lebih real dibanding gambar kelompok ikhwan yang sangat abstrak.

Selesai games, kita akhirnya dikasih makan. Alhamdulillah nasi. Mata saya sampe berkaca-kaca sangking terharunya dapet nasi. Saya abisin nasi  itu dengan hati gembira dan sukacita tanpa bersisa. Abis makan kita mandi, ngantri boo. Awalnya saya nggak mau mandi, berhubung dekil dan kotor, mau nggak mau saya mandi. Pake sabunnya Irma. Segar sekali rasanya. Saya jadi inget iklan sprait. Jadi pengen sprait. (?) 
Saya baru menyadari kalo akibat main panas-panasan di siang bolong muka saya merah kebakar matahari. Emang biasa sih kalo panas-panasan muka saya gitu, pipinya merah kayak gitu. Jangan pikir saya pake blush on ya. Plis.

Abis capek-capek, udah makan, udah mandi, udah sholat, sekarang waktunya boci. Alias bobo ciang. Kemudian hening. 
Bukaaan, acara selanjutnya adalah materi dari kang Ali Sakti tentang ekonomi islam di dunia - yang bener-bener sakti. Walaupun agak ngantuk karena anginnya dahsyat sekali, hampir menerbangkan screenview.

Selesai materi dari kang Ali, selesailah acaranya. Kita pun naik melalui 1000 anak tangga kemarin dengan susah payah, badan capek, perut kenyang, mata ngantuk. Seandainya saya punya awan kinton.

Sampe diatas kita sholat, trus beli es cendol beramai-ramai. Diangkot saya norak lagi pengen duduk didepan, deket pak supir. Tapi saya nggak mau sendiri, akhirnya saya paksa teh Wina untuk menemani saya duduk didepan padahal dibelakang kosong. Perjalanan lancar sekali. Setengah jam nyampe unpad lagi. Dan acara hari itu selesai. 

Cerita saya ini nggak ada apa-apanya dibanding ikutan acaranya langsung. Acaranya itu lebih seru dibanding cerita saya. Nyesel deh yang nggak ikut. SOL sukses deh pokoknya. TOP!

SOL Part 1

SOL (School Of Leadership) adalah sebuah acara yang dibikin oleh anak-anak ISEG angkatan 08. Angkatan atas, angkatan dewasa (baca : tua). Ini sih acara ya semacam leadership gitu deh. You know what I mean lah, something like that(?).
Nah, SOL ini diadakan selama 2 hari, sabtu minggu tanggal 15-16 Oktober 2011 kemaren di Nurul Fikri Lembang. Ternyata eh ternyata nggak cuma 2 hari, 3 hari ternyata. Nyambung lagi ntar tanggal 13 November 2011, dan blog ini adalah salah satu ‘beban’ dari acara SOL tersebut. Yang segi positifnya adalah, mengaktifkan lagi kegiatan nge-blog saya yang sudah lama sedang dalam masa dormansi.
Jumat, 14 Oktober 2011
Sorenya kita technical meeting alias rapat teknik (?) di lorong kerjasama, membicarakan apa yag harus di lakukan dan apa yang harus di bawa. Dan malemnya, saya beberes. Saya bawa jaket lumayan tebal, celana training, kaos ganti, kaos kaki, sarung tangan, mukena, obat-obatan. Pas malemnya saya nggak bisa tidur, nggak tau kenapa, apa gara-gara sangat senang mau tamasya besok? Saya jadi merasa seperti anak SD yang akan berangkat darmawisata dengan teman sekelas, sangat excited, dan malemnya jadi nggak bisa tidur.
Sabtu 15 Oktober 2011
Sabtu-sabtu gini saya tetep kuliah, siang lagi, jam 12. Tapi jam 9 saya udah berangkat dari rumah, kemana? Bukan ke kampus tapi ke kosan iwa. Nggak kerasa ngaso ngaso di kosan iwa udah jam 12. Saya merasa tas saya cukup berat, akhirnya saya meninggalkan tas beserta isinya dikosan iwa dan pergi membawa binder saja. Saya merasa sebagai anak-kuliah-macam-apa-jalan-melenggang-cuma-bawa-binder. Sorenya ngumpul di pendopo, sebelum ke pendopo saya beli koyo dulu di warung. Katanya kalo di tempelin di puser bisa mencegah masuk angin, kan lembang dingin. Lalu setelah ngumpul semuanya, kita berangkat menggunakan angkot hijau langganan kalo pergi-pergi acara iseg. Kalapa-dago. Di jalan saya agak mabok, apa karena udah nggak pernah naik angkot ya, biasa naik motor, atau karena saya udik, jarang naik mobil. Entahlah.
Setelah kurang lebih 45 menit, Alhamdulillah nyampe juga, terus kita nunggu  maghrib, foto-foto deh, biasa alay. Pas maghrib kita sholat di mesjid situ. Canggih! Ada cctv nya diatas! Bisa liat imam nya! oke, norak lagi ya. Maaf.
Selesai sholat kita jalan, turun kebawah menuruni ribuan anak tangga yang gelap gulita dan curam hanya dengan bantuan cahaya bulan. Ehm, nggak segitunya juga deng, ada cahaya senter dan cahaya hp juga. Akhirnya nyampe di tenda. Saya ulangi lagi, tenda. Tenda. TENDA. Kita tidur di tenda? Iya ternyata. Tenda beralaskan terpal. Sedih awalnya. Tapi begitu tau kalo para ikhwan tidur di saung yang berdindingkan malam, alias tanpa dinding, kita para akhwat jadi bersyukur. Memang ya, kita perlu melihat kebawah agar bisa selalu bersyukur.
Malam kian larut, perut lapar, tetapi apa daya, nggak bawa makan malem alias nasi. Jadinya icip-icip dikit nasi temen yang bawa. Terus ada kang Asrul yang ngelawak, dan ada teh Heni yang ngasih tau batasan-batasan interaksi antara ikhwan dan akhwat. Selanjutnya ada kang Chandra yang cerita banyak tentang leadership. Selesai kang Chandra, acara selanjutnya adalah tidur, malam makin dingin, pas malem kebangun, dinginnya ekstrim. Nggak nyangka bakal sedingin ini, tau gini bawa jaket yang lebih tebal. Saya sampe nggak bisa tidur, kebangun terus karena dingin banget. Dan SOL hari pertama pun berakhir.