Tampilkan postingan dengan label unpar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unpar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2012

Galau-galau pasca SNMPTN 2 tahun lalu


Letter X

"Saya memilih Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen karena sejak kecil saya senang membaca kisah - kisah para wirausaha yang bisa sukses. Manajemen itu seni. Seni mengendalikan orang lain agar mencapai suatu goal. Menurut saya hal itu sangat hebat."

"Bila kamu seorang yang mempunyai pemikiran atau ide-ide yang cemerlang, dapat menyarankan atau mengambil tindakan menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, dapat mengatur teman atau kelompok untuk bekerja sesuai dengan peraturan dan keinginan strategi kamu, pilihlah manajemen."

Ini beberapa hasil browsing malam ini. Lumayan membangkitkan semangatku. :D

You know, manajemen itu pilihan ke dua ku, pilihan ke dua juga bukan asal-asalan, ini salah satu dari dua pilihanku yang urutannya terletak di prioritas ke dua. Jadi ini adalah pilihanku. Juga aku berpikir kalo ini adalah jalan dari Tuhan yang harus ku jalani. Sempat berpikir untuk pindah ke pilihan ku yang berada di prioritas utama itu *lirik akuntansi. Tapi rasanya aku harus bersyukur, ada rencana Tuhan didalam jurusan manajemen ini :)
Dan bila ditanya apa motivasiku masuk manajemen, aku tidak akan menjawab lagi, "sebenernya ini pilihan kedua, pilihan pertamanya akuntansi, jadi motivasinya apa ya? ehm, belum termotivasi."

Aku akan menjawab dengan dua motivasi orang lain yang aku copas dan aku lupa sumbernya *maaf, senyum bangga.
Aku juga mulai berpikir, aku ada bakat masuk manajemen. Ayo belajar manajemen dengan gembira ! Aku bersyukur :D

Dear Papa,
Di surat O (Letter O) sebelumnya bahkan aku sangat meragukan kemampuan diriku sendiri untuk bisa lolos SNMPTN, tapi papa selalu percaya kemampuanku dan mendorongku terus. Aku memang anak yang kurang mandiri, gampang sekali jatuh mentalnya dan kurang bisa mengangkat mental ku lagi, aku butuh motivasi dari luar yang bisa kuterima, papa lah orangnya.

Saat aku lulus manajemen UNPAD, papa senang. Aku bisa liat. Tapi disitu kita berdua jadi dilema dan galau. :)
mau akuntansi UNPAR apa manajemen UNPAD? dan papa lagi yang cari info, yang mana yang lebih baik. Papa berharap lagi di aku, papa ingin yang terbaik buat ku. Dan akhirnya papa memilihkan manajemen UNPAD untukku dan merelakan uangnya yang telah masuk ke UNPAR. Bukan jumlah yang sedikit teman-teman. Beneran.
Saat kuliah aku merasa belum menemukan 'jiwa' di manajemen, dan selalu membanding-bandingkan dengan akuntansi, dan papa lagi yang memberiku berbagai macam pandangan dan memotivasiku. Dan lagi saat mengetahui nilai uts pengantar bisnis ku 69, papa malah bilang "awal yang bagus, tingkatkan lagi. berarti ada bakat ke manajemen"
Jadi aku mau belajar yang bener dan temenan yang banyak deh mulai sekarang, aku juga mau bener-bener jadi anak manajemen, mau ikut les bahasa inggris dan kursus masak, biar aku bisa jadi sarjana plus nantinya.

Salam,
anakmu yang tidak mandiri ini.
Letter X

Mengenang Kegalauan SNMPTN 2 Tahun Lalu


Letter O


Dear papa,

Papa senang ketika aku lulus di UNPAR, ini rekomendasi dari papa. Walau aku tak bisa masuk teknik fisika ITB seperti papa, dan aku tak suka jadi dokter seperti kesukaan papa. Aku jadi tak minat bahkan hanya sekedar mencoba ikut beasiswa ke Jepang seperti mau papa karena lihat pilihan jurusan teknik semua.

Aku merasa aku lemah di sains, tapi aku tak lulus akuntansi UI dan UGM, aku sangat mengecewakan ya? masih ada akuntansi USU dan aku ikuti sedikit pilihan papa, teknik, teknik industri USU di UMB nanti. Tapi aku sudah pesimis duluan. Selanjutnya di Akuntansi UNPAD untuk SNMPTN, aku masih ragu pada kemampuanku. Aku hanya butuh pernyataan LULUS di salah satunya, untuk membanggakan papa walau aku akan tetap melanjutkan ke UNPAR seperti kata papa. 

Betapa mengecewakannya aku selama ini, papa berharap banyak padaku, anak pertamamu ini, tapi aku tak bisa membalas harapan papa itu. Aku tak bisa dibanggakan. Selama ini papa yang cari-cari informasi mengenai pendaftaran-pendaftaran dan beasiswa, papa yang beri tau aku ada tes ini ada tes itu pendaftaran sampai tanggal segini, yang di perlukan ini itu, uang ini uang itu. ku lihat teman-teman ku yang lain, papa nya tak seperti papa. 

Papa benar-benar berharap padaku, sampai saat aku tak lulus SIMAK UI papa yang melihat hasil ujianku, dan mengirimiku sms "Agar belajar lebih keras, krn tidak lolos simak ui. Jngan putus asa. trs berjuang nak" aku sedih baca sms papa, bukan sedih karena tak lulus, tapi sedih karena dari sms itu aku tahu papa sangat berharap aku lolos ui. Maaf karena tak bisa jadi yang kau harapkan. maaf karena aku tak kuat untuk mengatakan semuanya secara langsung padamu karena aku malu menangis didepanmu. 

Salam,
anakmu yang tak bisa dibanggakan.


Ada tersirat pemikiran : 
Apakah kebahagiaan kita dan orang tua hanya ditentukan oleh segala tes-tes ini?? sedikit merasa tak adil. *sigh*